Teori Kecerdasan Jamak Gardner dan Gaya Belajar

  • Teori kecerdasan jamak gardner  dan gaya belajar.

Kecerdasan merupakan kemampuan untuk memahami informasi yang membentuk pengetahuan dan kesadaran.Tingkat kecerdasan di tentukan oleh bakat bawaan berdasarkan gen yang diturunkan dari orang tua nya. Secara umum kecerdasan dapat dirumuskan sebgai berikut;

  1. Kemampuan untuk berpikir abstrak
  2. Kemampuan untuk menangkap hubungan-hubungan dan untuk belajar
  3. Kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap situas-situasi baru.

Kecerdasan jamak (multiple intelligences) adalah berbagai jenis kecerdasan yang dapat dikembangkan kepada anak, antara lain verbal linguistic (kemampuan menguraikan pikiran dalam kalimat-kalimat, presentasi, pidato, diskusi, tulisan) logical mathematical (kemampuan menggunakan logika matematik dalam memecahkan berbagai masalah ), visual spatial (kemampuan berpikir tiga dimensi) bodily-kinesthetic (keterampilan gerak, menari dan olahraga), musical (kepekaan  dan kemampuan berekspresi dengan bunyi, nada, melodi, irama), intrapersonal (kemampuan memahami dan mengendalikan diri sendiri), interpersonal (kemampuan memahami dan menyesuaikan diri dengan orang kain ,naturalist (kemampuan memahami dan memanfaatkan lingkungan).

Kecerdasan jamak (multiple intelligences) yang diperkenalkan oleh Howard Gardner pada tahun 1983. Gardner Mengatakan bahwa kita cenderung hanya menghargai orang-orang yang memang ahli di dalam kemampuan logika (matematika) dan bahasa.  Teori yang dikembang kan oleh Howard Gardner dari Harvard university, menyebutkan bahwa kecerdasan dapat dilihat dari  9 macam.

9 Kecerdasan menurut Gardner :

  1. Kecerdasan logika bahasa (logical linguistic )yaitu kecerdasan yang berkaitan dengan kata dan bahasa (operator, penulis, penyiar)
  2. Kercedasan logika matematika (logical mathematic) adalah kecerdasan yang berkaitan dnegan angka dan pemecahan masalah ( ahli matematika,bankir)
  3. Kecerdasan spasial (spatial) yaitu kecerdasan yang berkaitan dengan gambar dan citra visual (sutradara, desainer, seniman)
  4. Kecerdasan music (musical) yaitu kecerdasan yang berkaitan dengan kepekaan terhadap tinggi rendah nada dan suara (penyanyi, composer)
  5. Kecerdasan kinestetik (bodly kinesthetic) yaitu kecerdasan yang berkaitan dengan gerak tubuh (atlet, penari)
  6. Kecerdasan interpersonal (interpersonal) yaitu  kecerdasan yang berkaitan dengan interaksi sosial (politisi,psikolog, pekerja sosial,)
  7. Kecerdasan intrapersonal(interapersonal) yaitu kecerdasan yang berkaitan pemahaman diri (psikolog, spiritual, penulis, dll)
  8. 8.      Kecerdasan naturalistic(naturalistic), yaitu kecerdasan yang berkaitaan dengan perhatian kepekaan terhadap alam dan lingkungan .(ahli biologi, pecinta alam, aktivis lingkungan, pendaki gunung)
  9. Kecerdasan eksistensial( existensial) yaitu kecerdasan yang berkaitan kepekaan menghubungkan antara keberadaan diri (eksistensi diri) dengan alam semesta (filosof, spiritual, ilmuwan).
  • Gaya belajar

Menurut deporter dan hernacki (2002), gaya belajar adalah kombinasi dari mnyerap, mengatur dan mengolah informasi.  Terdapat tiga jenis gaya belajar berdasarkanmodalitas yang digunkan individu dalam memproses informasi ( perceptual modality).

Gaya Belajar dan Macam-macam Gaya Belajar

1.   VISUAL (Visual Learners)

Gaya Belajar Visual (Visual Learners) menitik beratkan pada ketajaman penglihatan. Artinya, bukti-bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka paham Gaya belajar seperti ini mengandalikan penglihatan atau melihat dulu buktinya untuk kemudian bisa mempercayainya.

Ada beberapa karakteristik yang khas bagai orang-orang yang menyukai gaya belajar visual ini.

1.kebutuhan melihat sesuatu (informasi/pelajaran) secara visual untuk mengetahuinya   atau memahaminya.

2. memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna.

3. memiliki pemahaman yang cukup terhadap masalah artistik,

4. memiliki kesulitan dalam berdialog secara langsung.

5. terlalu reaktif terhadap suara.

6. sulit mengikuti anjuran secara lisan.

7. seringkali salah menginterpretasikan kata atau ucapan.

Ciri-ciri gaya belajar visual ini yaitu :

Cenderung melihat sikap, gerakan, dan bibir guru yang sedang mengajar, bukan pendengar yang baik saat berkomunikasi, Saat mendapat petunjuk untuk melakukan sesuatu, biasanya akan melihat teman-teman lainnya baru kemudian dia sendiri yang bertindak, Tak suka bicara didepan kelompok dan tak suka pula mendengarkan orang lain. Terlihat pasif dalam kegiatan diskusi,Kurang mampu mengingat informasi yang diberikan secara lisan,Lebih suka peragaan daripada penjelasan lisan,Dapat duduk tenang ditengah situasi yang rebut dan ramai tanpa terganggu

2.     AUDITORI (Auditory Learners )

Gaya belajar Auditori (Auditory Learners) mengandalkan pada pendengaran untuk bisa memahami dan mengingatnya. Karakteristik model belajar seperti ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya, kita harus mendengar, baru kemudian kita bisa mengingat dan memahami informasi itu. Karakter pertama orang yang memiliki gaya belajar ini adalah semua informasi hanya bisa diserap melalui pendengaran, kedua memiliki kesulitan untuk menyerap informasi dalam bentuk tulisan secara langsung, ketiga memiliki kesulitan menulis ataupun membaca.

Ciri-ciri gaya belajar Auditori yaitu :

1.Mampu mengingat dengan baik penjelasan guru di depan kelas, atau materi yang didiskusikan dalam kelompok/ kelas.

2. Anak mudah menguasai materi iklan/ lagu di televise/ radio

3. Cenderung banyak omong

4. Tak suka membaca dan umumnya memang bukan pembaca yang baik karena kurang dapat mengingat dengan baik apa yang baru saja dibacanya

5.Kurang cakap dalm mengerjakan tugas mengarang/ menulis

6.Senang berdiskusi dan berkomunikasi dengan orang lain

7.Kurang tertarik memperhatikan hal-hal baru dilingkungan sekitarnya, seperti hadirnya  anak baru, adanya papan pengumuman di pojok kelas, dll

3.  KINESTETIK (Kinesthetic Learners)

Gaya belajar Kinestetik (Kinesthetic Learners) mengharuskan individu yang bersangkutan menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya. Tentu saja ada beberapa karakteristik model belajar seperti ini yang tak

semua orang bisa melakukannya. Karakter pertama adalah menempatkan tangan sebagai alat penerima informasi utama agar bisa terus mengingatnya. Hanya dengan memegangnya saja, seseorang yang memiliki gaya  ini bisa menyerap informasi tanpa harus membaca penjelasannya.

Ciri-ciri gaya belajar Kinestetik yaitu :

1.Menyentuh segala sesuatu yang dijumapinya, termasuk saat belajar

2.Sulit berdiam diri atau duduk manis, selalu ingin bergerak

3.Mengerjakan segala sesuatu yang memungkinkan tangannya aktif. Contoh: saat guru menerangkan pelajaran, dia mendengarkan sambil tangannya asyik menggambar

4.Suka menggunakan objek nyata sebagai alat bantu belajar

5.Sulit menguasai hal-hal abstrak seperti peta, symbol dan lambing

6.Menyukai praktek/ percobaan

7.Menyukai permainan dan aktivitas

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s