Makalah Matkul Pengantar Manajemen Pendidikan

  Sistem Informasi Manajemen

Mata kuliah : Pengantar Manajemen Pendidikan

 

 

 

 

 

 

Disusun Oleh :

Aulya Novianty (1445110616)

Dita Rosmaya (1445110638)

 

 

Manajemen Pendidikan

Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Jakarta

KATA PENGANTAR

 

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami telah menyelesaikan makalah ini sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Tujuan utama penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Manajemen Pendidika, yaitu pembuatan makalah mengenai Sistem informasi Manajemen Pendidikan.

Meskipun penulis telah berusaha dengan segenap kemampuan, kami menyadari bahwa laporan ini masih belum sempurna. Oleh karena itu, segala  kritik dan saran yang diberikan akan kami sambut dengan kelapangan hati guna perbaikan pada masa yang akan datang.

Akhir kata, kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat dan berguna bagi para pembacanya.

Desember, 2011

Penulis

Daftar Isi

 

Bab I Pendahuluan

1.1 Latar belakang ……………………………………………………………………………………..  1

1.2 Tujuan …………………………………………………………………………………………………  1

1.3 Manfaat………………………………………………………………………………………………. 1

Bab II Pembahasan

2.1 Konsep Dasar Sistem Informasi Manajemen Pendidikan…………………………… 2

2.2 Unsur- Unsur Sistem Informasi Manajemen …………………………………………….  2

2.3 Pengertian Sistem Informasi Manajemen Pendidikan  ……………………………….  3

2.4 Manajemen pada Aspek Informasi ………………………………………………………….  5

2.5 Fungsi / Manfaat Sistem Informasi Manajemen ………………………………………..  6

2.6 Ruang Lingkup Sistem Informasi Manajemen Pendidikan …………………………  7

2.7 Komponen Sistem Informasi Pendidikan …………………………………………………  8

2.8 Sistem Informasi Pendidikan menuju sekolah efektif ………………………………..  10

Bab III Penutup

3.1 Kesimpulan ………………………………………………………………………………………….  11

3.2 Saran …………………………………………………………………………………………………..  11

Bab I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

Era baru dalam dunia pendidikan, yaitu yang diperkenalkannya reformasi pendidikan yang berkaitan dengan sistem informasi yang dibutuhkan dalam pengembangan dunia pendidikan. Konsep ini memiliki nuansa bagaimana dunia pendidikan berusaha menggunakan perangkat komputer, yang dapat diaplikasikan sebagai sarana komunikasi untuk meningkatkan kinerja dunia pendidikan secara signifikan.

Informasi merupakan satu-satunya sumber yang dibutuhkan seorang pemimpin lembaga pendidikan. Informasi dapat diolah dari sumber lain yang dipengaruhi oleh organisasi yang sangat kompleks dan perangkat komputer yang dimiliki. Informasi dapat memperbaiki kinerja lembaga pendidikan, layaknya kinerja usaha lembaga bisnis.

1.2 Tujuan

          Tujuan dibuatnya makalah ini adalah untuk mengetahui pengertian Sistem Informasi dalam dunia pendidikan dan dapat mngetahui berbagai macam peranannya.

1.3 Manfaat

          Makalah ini diharapkan dapat berguna bagi para pembaca untuk mengetahui lebih jauh mengenai Sistem Informasi Manajemen khususnya di dunia pendidikan

 

 

 

Bab II

PEMBAHASAN

2.1 Konsep Dasar Sistem Informasi Manajemen Pendidikan

Mengingat lembaga pendidikan di Indonesia merupakan organisasi yang memiliki orientasi ganda (multiple oriented), yaitu organisasi yang berorientasi sosial dan orientasi bisnis. Orientasi sosial pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan bangsa, sedangkan orientasi pendidikan dalam mempertahankan eksistensi maupun operasionalnya harus memiliki dana yang cukup memadai.

Dengan demikian, lembaga pendidikan tersebut akan menghasilkan lulusan (outcomes) yang berkualitas. Gambaran sistem informasi pendidikan yang dibutuhkan di Indonesia idealnya adalah bagaimana para pengambil keputusan bidang pendidikan dapat dengan mudah mencari informasi sebagai bahan dalam proses pengambilan keputusan bidang pendidikan. Misalnya, berapa jumlah sumber daya manusia pendidikan yang dibutuhkan, jenis sekolah, tingkatan sekolah, pelaksanaan kurikulum, perkembangan lembaga pendidikan lokal, regional, nasional, bahkan internasional untuk dapat memperbaiki kinerja dunia pendidikan masa lalu, masa kini, maupun masa yang akan datang.

Sistem informasi yang akan diciptakan harus seimbang antara infrastruktur teknologi yang tersedia dengan kemampuan sumber daya manusianya, sehingga tidak terjadi ketimpangan yang sangat jauh, dan sistem informasi tidak dapat terwujud secara mendasar.

2.2 Unsur-unsur Sistem Informasi Manajemen

Jika dikaji secara seksama ternyata SIM ini terbentuk karena adanya unsur-unsur yang mendukungnya. Unsur-unsur SIM ini meliputi unsur sistem, unsur informasi, dan unsur manajemen. Sebelum membahas mengenai pengertian sistem informasi pendidikan secara utuh, sebelumnya akan dijelaskan pengertian sistem, informasi, dan pendidikan terlebih dahulu. Sistem adalah segala sesuatu yang terdiri dari objek-objek, unsur-unsur, atau komponen-komponen yang saling berkaitan dan berhubungan satu sama lain, sehingga unsur-unsur tersebut merupakan satu kesatuan pemrosesan atau pengolahan yang tertentu[1]. Informasi sangat erat hubungannya dengan data. Informasi berasal dari data.

Data adalah hal, peristiwa atau kenyataan lainnya yang mengandung susuatu pengetahuan untuk dijadikan dasar guna penyusunan keterangan, pembuatan kesimpulan atau penetapan keputusan. Data adalah ibarat bahan mentah yang melalui  pengolahan tertentu lalu mejadi informasi, sedangkan Informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai yang nyata atau yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang akan datang[2].

Dalam sistem informasi Manajemen diartikan sebagai proses informasi yang selalu memerlukan penerapan fungsi-fungsi manajemen dari mulai perencanaan, pengumpulan data, pelaksanaan pengumpulan data, pengolahan, penyimpanan, samapai dengan penyebaran informasi[3]. Dengan demikian penerapan manajemen sebagai proses terhadap sistem informasi manajemen adalah penerapan fungsi-fungsi manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan yang dilakukan dalam setiap kegiatan informasi manajemen.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pendidikan adalah proses mengubah sikap dan perilaku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan[4].

2.3 Pengertian Sistem Informasi Manajemen Pendidikan

Menurut Gordon B. Davis, 1995 bahwa sistem informasi manajemen pendidikan adalah sebuah sistem manusia dengan mesin yang terpadu untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan proses pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi[5].

Menurut Komarudin, 1997, sistem informasi manajemen adalah suatu sitem informasi yang memungkinkan pimpinan organisasi mendapatkan informasi dengan kuantitas dan kualitas yang tepat untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan[6].

Dalam pendidikan manajemen dapat diartikan sebagai aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Manajemen Pendidikan adalah perpaduan antara sumber daya manusia dan aplikasi teknologi informasi untuk memilih, menyimpan, mengolah, dan mengambil kembali data dalam rangka mendukung proses pengambilan keputusan bidang pendidikan[7]. Sedangkan pengertian lain dari Sistem Informasi Manajemen Pendidikan adalah suatu sitem yang dirancang untuk menyediakan informasi guna mendukung pengambilan keputusan pada kegiatan manajemen dalam lembaga pendidikan.

SIM pendidikan saat ini baru sebatas wacana, diharapkan pada waktu yang tidak terlalu lama SIM Pendidikan ini tidak sebatas wacana, tetapi sudah mengarah ke aplikasi yang betul-betul menunjang kegiatan dunia pendidikan pada umumnya. Untuk menerapkan SIM Pendidikan yang terpadu dan memiliki kapabilitas dalam mendukung keberhasilan dunia pendidikan yang signifikan, diperlukan keseimbangan sumber daya yang tersedia antara ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan dalam mengoperasikan teknologi informasi seperti computer dan ketersediaan dana untuk pengadaan perangkat computer yang sudah semakin canggih.

Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam SIM adalah :

1. Perlu diidentifikasi jenis informasi yang dibutuhkan

2. Perlu ditentukan sumber data dan informasi yang dibutuhkan

3. Perlu ditentukan siapa yang membutuhkan informasi dan kapan

4. Perlu dikomunikasikan informasi itu secara tepat, terpercaya, kepada para pengguna

SIM dapat dikatakan efektif apabila:

1. Data atau informasi itu terdapat kesesuaian antara yang memerlukan dengan yang menyiapkan tepat waktu,

2. Pemberi data atau informasi dapat memahamai orang atau bagian yang membutuhkan data, seperti sikap dan emosinya,

3.  Informasi diberikan sesuai dengan situasi tempat diterimanya informasi atau data,

4. Bentuk informasi dapat diterima oleh yang memerlukan, dan

5. Data atau informasi diolah dengan mekanisme yang cepat dan tepat.

2.4   Manajemen Pada Aspek Informasi

Informasi berfungsi sebagai penghubung antara berbagai bagian organisasi sehingga bagian-bagian itu tidak terisolasi dengan bagian yang lain, melainkan tetap merupakan suatukesatuan dalam organisasi.

Informasi, data, fakta, atau opini dalam suatuorganisasi dapat berlangsung dari atas ke bawah atau sebaliknya dan dapat pula berlangsung horizontal.  Dan berita itu dapat berlangsung sewaktu-waktu dengan frekuensi tinggi atau rendah. Begitu pula bentuk berita itu dapat beraneka ragam, mulai dari informasi sampai dengan desas-desus, dan kadang-kadang dapat berbaur satu dengan yang lain pada masa-masa mendatang dengan jalan mengaktifkan pembangunan. Tetapi, berita yang diterima belum tentu cocok dengan kebutuhan, lagi pula belum tentu berita itu benar.

Untuk mengurangi kesulitan tersebut dibuatlah satu unit kerja dalam organisasi yang besar atau subunit kerja dalam organisasi yang kecil yang khusus menangani berita untuk keperluan-keperluan para manajer. Unit kerja itu diberi nama Sistem Informasi Manajemen (SIM).

Agar sistem infromasi manajemen dapat diimplementasikan dalam organisasi, perlu disediakan aspek-aspeknya,yaitu :

  1. Prangkat keras (hardware) adalah seluruh peralatan yang diperlukan untuk mengoperasikan suatu sistem komputer. Hardware ini merupakan perangkat keras yang dapat digunakan untuk mengumpulkan, memasukan, memproses, menyimpan, dan mengeluarkan hasil pengolahan data dalam bentuk informasi, seperti CPU, hadrdisk, printer, dll.
  1. Perangkat lunak (software) merupakan kumpulan dari program-program yang digunakan untuk menjalankan komputer, sedangkan program merupakan kumpulan dari perintah-perintah komputer yang tersusun secara sistematis, seperti program yang terdapat dikomputer (dos, windows).
  1. Tenaga ahli (brainware) merupakan bagian yang terpenting dari komponen SIM yang merupakan bagian dari sistem informasi. Komponen brainware ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan komponen lainya dalam suatu sistem informasi sebagai hasil dari perencanaan, analisis, perancangan dan strategi implementasi yang didasarkan pada komunikasi antara SDM yang terlibat dalam organisasi. Biasanya terdiri atas :
    1. Sistem analis dan desainer, melalui kerjasama dengan pemakai, membangun sistem baru dan memperbaiki sistem lama. Ia pakar dalam mendefinisikan masalah dan menyiapkan dokumentasi tertulis tentang cara komputer membantu pemecahan masalah.
    2. Programmer, bertugas melalui dokumen yang disiapkan sistem analis dan desainer untuk membuat instruktur-instruktur yangakan membuat komputer mengubah data menjadiinformasi yang diperlukan pemakai.
    3. Operator, bertugas mengoperasikan peralatan komputer.

2.5 Fungsi / Manfaat Sistem Informasi Manajemen

Agar Informasi yang dihasilkan oleh Sistem Informasi dapat berguna bagi manajemen, maka analisis sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkan, yaitu dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level) manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya. Sanga terlihat bahwa tujuan dibentuknya SIM adalah agar organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang menyangkut keputusan-keputusan rutin, maupun keputusan yang strategis. Adapun fungsi / manfaat dari SIM adalah:

  1. Meningkatkan aksebilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya perantara Sistem Informasi,
  2. Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan Sistem Informasi secara kritis,
  3. Mengembangkan proses perencanaan yang efektif,
  4. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung Sistem Informasi,
  5. Mengantisispasi dan memahami konsekuensi ekonomis dari Sistem Informasi dan teknologi baru, dan
  6. Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.

2.6 Ruang Lingkup Sistem Informasi Manajemen Pendidikan

          Cakupan data yang ditangani SIM Pendidikan dapat diklasifikasikan atas data pendidikan dan data yang berhubungan dengan pendidikan. Data yang berhubungan dengan pendidikan ini berisi informasi mengenai populasi pekerjaan masyarakat, karateristik masyarakat, sosial ekonomi, dan budaya lainnya yang mempengaruhi pendidikan.

Sedangkan data pendidikan meliputi aktivitas pendidikan formal dan non formal, program-program tiap tingkatan dan tiap jenis pendidikan. Diantaranya adalah peserta didik, staff pengajar, fasilitas (sarana prasarana), kurikulum (isi, metode dan matericbelajar mengajar), dan pengembangan jasa lainnya.

Dalam dunia pendidikan, keberadaan Sistem Informasi merupakan salah satu komponen yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas pendidikan itu sendiri. Kedua domain ini memiliki tingkat ketergantungan yang cukup tinggii dalam membentuk karateristik dunia pendidikan tersebut. Manajemen dalam menggambarkan hubungan kedua aspek tersebut dimana pendidikan sebagai penggerak (drive) terhadap Sistem Informasi Pendidikan, sedangkan Sistem Informasi Pendidikan akan menjadi penentu kinerja pendidikan. Lebih jauh lagi SIM ini dapat membantu para pengambil kebijakan bidang pendidikan dalam memutuskan strategi yang tepat untuk diterapkan dalam melakukan pengendalian dan monitoring terhadap komponen-komponen pendidikan.

Dalam dunia pendidikan, SIM dapat diimplementasikan dalam beberapa bidang pendidikan, yaitu:

1. Implementasi SIM bidang akademik : penyusunan program tahunan, pengaturan jadwal pelajaran, pengaturan pelaksanaan dan penyusunan model satuan pembelajaran, penentu kriteria kenaikan kelas, dan lain-lain.

2. Implementasi SIM bidang kesiswaan : mengatur pelaksanaan penerimaan siswa baru berdasarkan peraturan penerimaan siswa baru, mencatat kehadiran dan ketidakhadiran siswa

3. Implementasi SIM bidang personalia : mengatur pembagian tugas guru, mencatat kehadiran dan ketidakhadiran guru.

4. Implementasi SIM bidang sarana dan prasarana : penyediaan dan seleksi buku pegangan guru, penggunaan alat peraga.

2.7 Komponen Sistem Informasi Pendidikan

Sistem kerja komputer pada hakikatnya sinkron dengan proses berlangsungnya SIM secara umum maupun SIM Pendidikan yang meliputi kagiatan-kegiatan :

  1. 1.      Pengumpulan data (Input)

Untuk pengumpulan data ini, dapat dipergunakan beberapa metode, diantaranya:

  1. Melalui pengamatan secara langsung
  2. Melalui wawancara
  3. Melalui perkiraan koresponeden
  4. Melalui daftar pertanyaan
  1. 2.      Pengolahan data (Processing)
    1. Capturing, yaitu pencatatan data dari suatu peristiwa atau kejadian dalam suatu bentuk, yaitu berupa formulir-formulir.
    2. Verifying (pemeriksaan), yaitu pemeriksaan, pengecekan, atau pengesahan data untuk menjamin agar data tersebut dapat diperoleh dan dicatat secara cermat.
    3. Classifying (penggolongan), yaitu menempatkan unsur-unsur data dalam kategori khusus yang memberikan arti bagi si pemakai.
    4. Penyusunan atau penyortiran, yaitu menempatkan unsur-unsur data dalam suatu rangkaian urutan khusus atau rangkaian yang telah ditentukan sebelumnya.
    5. Summarizing (peringkasan), yaitu menggabungkan atau mengumpulkan unsur-unsur data secara matematik, kemudian dengan pengurangan secara logika.
    6. Calculating (perhitungan), yaitu penanganan data secara ilmu hitung dan atau logika
    7. Storing (penyimpanan), yaitu menempatkan data ke dalam suatu media penyimpanan seperti kertas, microfilm, dan sebagainya, dimana data dapat dipelihara untuk pemasukan dan pengambilan kembali apabila diperlukan (pengarsipan).
    8. Retreiving (pengambilan kembali), yaitu pencarian dan mendapatkan tambahan bagi unsur-unsur data khusus dari media dimana unsur-unsur data tersebut disimpan.
    9. Reproduksi, yaitu memperbanyak data dari satu media ke media yang lain atau dalam kedudukan yang lain dalam media yang sama.
    10. Disseminating – Communicating (penyebaran-pengkomunikasian), yaitu penyebaran dan pemindahan data dari satu tempat ke tempat lain.
  1. 3.      Penyimpanan data

Penyimpanan data termasuk di dalamnya pengarsipan. Tujuan penyimpanan atau pengarsipan ini adalah :

  • Mudah ditemukan apabila sewaktu-waktu diperlukan
  • Menjaga dan memelihara fisik arsip atau dokumen agar terlindung dari kemungkinan rusak, terbakar atau hilang.

 

 

  1. 4.      Penyajian informasi (Output)

Yang dimaksud dengan penyajian data atau informasi disini adalah memindahkan data atau informasi dari bagian Sistem Informasi Manajemen ke bagian yang memerlukan, terutama pada pembuatan kebijakan.  Data informasi yang dikeluarkan, disesuaikan dengan kebutuhan. Pengeluaran data ini adalah bukan hanya pengeluaran dari komputer atau dari alat-alat pengolahan data dan informasi, tetapi dari bagian pengolahan SIM/bank data dan informasi pada bagian lain atau pada pembuat kebijakan.

Dalam teori manajemen untuk menjalankan sebuah lembaga pendidikan, strategi lembaga pendidikan dan strategi sitem informasi harus saling mendukung, sehingga dapat menciptakan keunggulan bersaing lembaga pendidikan yang bersangkutan.

2.8 Sistem Informasi Pendidikan menuju sekolah efektif

Untuk dapat mewujudkan sekolah yang efektif, seluruh personil sekolah khususnya kepala sekolah sebagai pemimpin harus bisa menjalankan fungsi sekolah dengan efektif, sesuai dengan visi, misi, dan tujuan sekolah yang telah ditetapkan. Salah satu fungsinya adalah pelayanan administrasi yang erat kaitannya dengan SIM pendidikan. Untuk dapat mengatur dan mengkoordinir pengelolaan data  mengenai ruang lingkup administrasi sekolah diperlukan suati SIM Pendidikan yang menyediakan informasi yang akurat, lengkap, cepat dan tepat. Hal ini sangat berperan besar dalam proses pengambilan keputusan yang nantinya akan dijadikan suatu kebijakan sekolah.

SIM Pendidikan dalam pelaksanaannya sangat membantu dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja para guru dan staff tata usaha dalam menyelesaikan pekerjaan sehari-hari khususnya dalam melaksanakan aktivitas layanan data dan informasi administrasi sekolah dengan cara mengumpulkan, mengolah, menyimpan, menyebarkan dan memanfaatkan data dan informasi yang akurat, tepat waktu, relevan dan lengkap untuk pencapaian tujuan pendidikan yang efektif serta meningkatkan kualitas dan perbaikan status pendidikan.

Bab III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Sistem Informasi Manajemen Pendidikan merupakan perpaduan antara SDM dan teknologi untuk memilih, menyimpan, mengolah dan mengambil kembali data dalam rangka mendukung proses pengambilan keputusan bidang pendidikan. Dengan adanya sistem informasi manajamenen pendidikan dapat memudahkan pemakai untuk menjamin kualitas informasi yang ada, mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan informasi, memudahkan pemakai untuk menyaring informasi yang diperlukan untuk pendidikan. Cangkupan data yang ditangani Sistem Informasi Manajemen Pendidikan yaitu data yang berhubungan dengan pendidikan, data pendidikan, implementasi bidang pendidikan. Sistem Informasi Manajemen mempunyai aspek-aspeknya yaitu perangkat lunak (software), perangkat keras (hardware), dan tenaga ahli (brainware).

3.2 Saran

Sistem Informasi Manajemen dapat membantu memudahkan pencarian informasi-informasi yang cepat, tepat, aktual dan tepat pemanfaatannya. Dengan adanya sistem informasi manajemen ini sangat menguntungkan untuk mengolah suatu informasi.

Jadi, bidang pendidikan memerlukan sistem informasi manajemen unutuk dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan bagi pendidikan itu sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

Pidarta, Made. Manajemen Pendidikan Indonesia. Rineka Cipta. Jakarta : 2004.

Rochaety, Eti. Yanti, prima G. Sistem Informasi Manajemen Pendiidkan . PT Bumi Aksara. Jakarta : 2005

Tim Dosen Manajemen Admministrasi Pendidikan. Manajemen Pendidikan. Alfabeta. Bandung:2010

 Umar, Husein. Business an Introdustion. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta : 2000.

http://duniabaca.com/pengertian-dan-manfaat-sim-sistem-informasi-manajemen.html (diakses tanggal 7 Desember 2011)

http://www. Sainsalquran.com/2011/10/implementasi-sistem-informasi-manajemen.html (tanggal diakses 7 Desember 2011)


[1] Eti Rochaety, Sistem Informasi Manajemen (Jakarta : 2005), PT Bumi Aksara

[2] Ibid.

[3] Ibid.

[4] Ibid.

[5] Made Pidarta, Manajemen Pendidikan Indonesia (Jakarta : 2004), Rineka Cipta

[6] Ibid.

[7] Ibid.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s